Advertise

Text

Tuesday, December 18, 2012

3:26 PM
Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Restoran Berisik Kini Jadi Trend di Amerika Serikat.
Selain makanan yang lezat, salah satu faktor penting sebuah restoran adalah suasana yang nyaman. Bisa makan sambil mengobrol dengan keluarga atau teman. Namun, trend restoran kini justru berubah. Beberapa restoran di Amerika Serikat sengaja dibuat sangat berisik untuk membuat suasana makin hidup.

Di Amerika Serikat, para pemberi review dan pemberi rating restoran menyertakan diskripsi tingkat kebisingan sebuah restoran. Karena, keluhan restoran yang terlalu berisik mendapatkan peringkat nomor satu mengalahkan jumlah kategori keluhan lainnya seperti pelayanan dan makanan yang tidak memuaskan.

Namun, hal ini diabaikan oleh sebuah restoran populer bernama A-Frame yang terletak di Los Angeles, Amerika Serikat. Dentuman musik keras mengharuskan para tamu untuk berbicara lebih keras, sehingga restoran ini dinobatkan sebagai salah satu restoran paling berisik di Amerika Serikat.

Predikat sebagai salah satu restoran paling berisik bukan main-main karena tingkat kebisingan restoran tersebut mencapai 9 desimal. Setara dengan suara Boeing 737 yang lepas landas dari jarak 91 meter.

Tetapi, arsitek restoran seperti Ralph Gentile melihat itu sebagai sebuah peluang bisnis untuk membuat restoran tersebut bisa lebih hidup. Tidak dengan menghilangkan sura tetapi memanipulasi suara-suara. Jadi, suara yang dihasilkan lebih cenderung kepada kumpulan suara yang menyenangkan seperti kesibukan dapur, daripada kebisingan tidak teratur yang membuat para tamu tidak nyaman.

Jika A-Frame membuat restoran yang berisik dengan cara dentuman musik keras. Sebuah restoran bernama Comal yang dibangun di Berkeley Art District juga mengadaptasi trend ini dengan cara merekam suara-suara kesibukan dapur dan suasana ramai restoran, lalu memutarkannya kembali.

“Saya ingin sebuah restoran yang berisik untuk menghidupkan suasana restoran, tetapi tau juga masih bisa mendengarkan percakapan lawan bicara”, kata John Polaski, sang pemilik restoran kepada NBC News (12/12/2012).

Beberapa peredam suara ditaruh di tempat yang tidak bisa terlihat, seperti di dekat barang seni dan berbagai tempat lainnya. Restoran tersebut juga dilengkapi sebuah remote untuk aplikasi tingkat kebisingan restoran. Untuk menyesuaikan volume dan memutarkan kembali rekaman yang didapat dari microphone di langit-langit restoran.