Advertise

Text

Tuesday, December 18, 2012

3:40 PM
Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca Ingin Jadi Pastry Chef? Inilah Tips dari Anna Olson!.
Tak diragukan lagi, Chef Anna Olson merupakan salah satu pakar di bidang pastry. Pengalamannya saja sudah lebih dari 15 tahun. Karena itu, saat ia berkunjung ke Jakarta, iapun memberikan tips sukses bagi pastry chef pemula.

Anna biasa berbagi ilmu dan resep pastry lewat program-program memasak di televisi, seperti 'Bake with Anna Olson' di Asian Food Channel. Ditemui di acara 'Fresh with Anna Olson' di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Anna menceritakan proses pembuatan resep baru.

Awalnya, Anna memikirkan jenis pastry apa yang akan menjadi dasar resepnya. Misalnya sponge cake. Anna sudah hafal di luar kepala bahwa bahannya terdiri dari tepung, telur, gula, dan butter.

Kemudian, ia membayangkan kira-kira bahan apa saja yang cocok disatukan menjadi pastry. Sebut saja paduan jahe yang hangat berempah dengan cokelat yang manis. 'Mungkin 'sponge cake with ginger and chocolate' terasa nikmat', pikirnya. Lalu, ia mencoba membuatnya di dapur.

Anna mengaku bahwa eksperimen pertama pasti gagal. "Entah terlalu encer atau terlalu berminyak," ucapnya. Namun, menurutnya, hal ini wajar. Justru ia akan bingung jika kreasinya langsung sukses saat pertama kali diuji coba.

Ia kemudian melakukan perbaikan pada resep tersebut. Untuk satu resep saja, diperlukan 3-7 kali percobaan. Iapun selalu mencatat bahan, langkah, dan hasilnya untuk mengevaluasi resep tersebut.

Menurut Anna, ada dua hal yang paling sulit dalam menciptakan resep baru. Pertama, pengukuran bahan-bahan. "Bahannya harus genap. Tidak mungkin kan saya menulis '2,5 butir telur'?" ujarnya. Kedua, menentukan lama adonan mengembang dan waktu memanggang. Ia juga harus memastikan volume adonan dan isiannya pas dengan loyang yang digunakan.

Untunglah, ia punya staf yang bertugas mencicipi resep. Tugasnya adalah menuliskan hasil dari setiap percobaan. Misalnya, eksperimen pertama membutuhkan waktu 23 menit, sementara eksperimen kedua dan ketiga menghabiskan waktu 21 dan 25 menit. "Jadi, saya tulis waktu pemanggangannya 20-25 menit," katanya.

Selain itu, angkanya ditulis demikian karena setiap oven memiliki sifat berbeda. Ia juga memperingatkan bahwa jangan pernah membuka tutup oven saat proses pemanggangan. Cara ini dapat menurunkan suhu dan membuat kue gagal.

Kesalahan yang paling umum dilakukan oleh pastry chef pemula adalah terburu-buru dalam membuat kue atau tak sabar. "Padahal, pastry adalah seni, keterampilan," katanya. Seharusnya, pastry dibuat sehari sebelum disajikan. Selain itu, seringkali mereka tak mengukur bahan dengan tepat.

Proses pembuatan kue memang ilmiah dan memerlukan kreativitas. Untuk mengetahui reaksi antara bahan dengan teknik pengolahannya, diperlukan sains. "Jika sudah menguasai sainsnya, Anda bisa mengubah-ubah aturan maupun proporsinya. Di sinilah letak kreativitasnya," jelas Anna.

Memang, hal ini kelihatan mudah bagi Anna yang lulusan College of Culinary Arts di Johnson & Wales University, Amerika Serikat. Namun, ia percaya bahwa siapapun bisa memasak. Syaratnya, jangan mudah frustrasi jika hasilnya tak memuaskan.

"Kalau kreativitas, mungkin terdapat campur tangan bakat di dalamnya. Namun, memasak adalah keterampilan yang dapat dikembangkan dengan terus berlatih dan mengulang," tuturnya. Apalagi, sekarang sudah banyak panduan memasak di buku, televisi, maupun internet.

Anna sendiri kini memilih untuk berhenti dari bisnis restoran yang pernah dijalankannya. "Saat membuka usaha restoran, 80%nya adalah bisnis, sementara proses kreatifnya hanya 20%," katanya. Pasalnya, saat sedang tidak bekerjapun, kita terus memikirkan cara agar bisnis Anda maju. Dengan demikian, kita seperti bekerja 24 jam sehari. Sangat sibuk dan melelahkan.

Karenanya, Anna memberi saran bagi mereka yang tertarik membuka usaha di bidang kuliner. "Kalau ingin memulai usaha restoran, Anda harus senang bekerja, berkomitmen, dan memiliki passion," pungkasnya.